DARI KAMPUS UNTUK INDONESIA: REKTOR USS SOROTI PERAN AKADEMISI

RANGKAIAN PERINGATAN HUT KE-81 RI DI USS

PALEMBANG — Universitas Sumatera Selatan (USS) memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Agustus 2026 menjadi ruang kebersamaan sekaligus momentum refleksi tentang tanggung jawab generasi hari ini dalam mengisi kemerdekaan.

Beragam perlombaan digelar untuk memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus. Pada 14 Agustus, kegiatan diisi dengan lomba estafet karung, karaoke, dan voli bebas. Rangkaian berlanjut pada 15 Agustus melalui estafet tepung, tenis meja, serta fashion show pakaian adat. Puncak peringatan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Upacara bendera digelar di Lapangan Kampus A Universitas Sumatera Selatan, kemudian dilanjutkan dengan perlombaan makan kerupuk, bakiak, baby banana, dan lomba masak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang.

Bertindak sebagai inspektur atau pembina upacara adalah Rektor USS, Bapak Yudha Pratomo, M.Sc., Ph.D. Seluruh jajaran pimpinan universitas, fakultas, dan program studi, bersama dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa turut mengikuti peringatan kemerdekaan tersebut.

Dalam amanatnya, Rektor USS membuka refleksi kemerdekaan dengan menyampaikan belasungkawa atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak menutup mata terhadap duka yang dialami sesama anak bangsa.

Rektor kemudian mengarahkan perhatian peserta upacara pada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana Indonesia mengelola kekayaan yang dimilikinya. Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang sangat besar. Tantangan bangsa bukan terletak pada ketersediaan kekayaan alam, melainkan pada kualitas manusia yang diberi tanggung jawab untuk mengelola, menjaga, dan mengarahkannya bagi kepentingan bangsa.

Pesan itu menjadi tajam ketika dikaitkan dengan posisi Indonesia sebagai negara yang kaya, tetapi masih menghadapi berbagai persoalan dalam pengelolaan sumber dayanya. Kemerdekaan ini tidak cukup diperingati melalui upacara dan simbol-simbol kebangsaan tetapi harus dijaga melalui kualitas manusia, integritas, pengetahuan, dan keberanian untuk membenahi kelemahan bangsa.

Di hadapan civitas akademika USS, Rektor juga menegaskan kecintaan kepada Indonesia sebagai sebuah sikap yang tidak bersyarat. Bangsa ini harus tetap menjadi rumah yang dibela, bahkan ketika masih menyimpan banyak persoalan. Semangat “right or wrong, this is my country” menjadi penegasan bahwa mencintai Indonesia bukan berarti menutup mata terhadap kekurangannya, melainkan memilih untuk tetap bertanggung jawab dan mengambil bagian dalam memperbaikinya.

Bagi dunia kampus, pesan tersebut memiliki konsekuensi yang jelas. Akademisi tidak cukup hanya menjadi pengamat persoalan bangsa. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus memahami ruang kontribusinya masing-masing dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Kampus bukan hanya tempat mengejar gelar saja tetapi harus menjadi ruang lahirnya gagasan, pengetahuan, dan sumber daya manusia yang mampu menjawab persoalan nyata. Setiap unsur di dalamnya memiliki porsi dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi mengarah pada tujuan yang sama yaitu memperkuat Indonesia melalui kontribusi nyata sesuai bidang dan kompetensi.

Peringatan HUT ke-81 RI di USS ini menjadi lebih dari sekadar agenda perayaan. Di tengah perlombaan dan semarak kebersamaan, tersimpan pesan tentang arah yang harus ditempuh generasi akademik untuk menjaga rasa kebangsaan, meningkatkan kualitas diri, dan mengambil peran nyata bagi negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan koordinasi panitia dari perwakilan dosen dan Himpunan Mahasiswa dari sejumlah program studi. Pembagian peran dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib, terarah, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dosen dan sejumlah mahasiswa juga mengambil bagian sebagai petugas upacara. Pemimpin upacara: M. Zidhan Al Farezi, pasukan pengibar bendera: Perawati, Alda Yulianti, Firlian Pratama, Pasha Sutrisno, Ahmad Ricky Septian, & M. Abbel Cassilas, pemberi bendera ke inspektur upacara; Nia Ramadhani, MC: Novilla Prayogi, pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945: Anggraini, pembawa teks Pancasila: Marchella Bonita, pembawa teks Proklamasi: Nadiyah Khalizah, pemimpin barisan: Aslim & M. Marsyal Syaputra, serta pembaca doa: Bapak H. Agus Srimudin, S.Pd.I., M.I.Kom.

Pada usia ke-81 tahun kemerdekaan Indonesia, pesan yang mengemuka dari Kampus Universitas Sumatera Selatan sederhana yaitu kekayaan bangsa tidak akan berarti tanpa manusia yang mampu mengelolanya, sehingga tugas mengisi kemerdekaan hari ini berada pada kualitas sumber daya manusia dan kesediaan setiap warga bangsa untuk mengambil peran.

Peringatan boleh selesai dalam sehari atau dua hari. Namun tanggung jawab mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tidak pernah selesai hingga akhir hayat. (AK)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *